Berita Pemulangan, Santri Senang

Sarang (15/12) – Kabar pemulangan sudah terdengar dimana-mana, hanya tinggal hitungan hari kita sudah berada di rumah. Ingat pepatah Rumahku Istanaku? betapa senangnya bagi santri yang mengikuti pemulangan ini, apalagi untuk santri santri baru yang sudah lama mendambakan pemulangan pertamanya ini setelah hampir setengah tahun menjalani kehidupan di pondok.

Sebelum pulang mestinya kita diwajibkan untuk membayar dan melunasi tagihan yang ada di pondok maupun di madrasah, seperti syahriyah, spp, pembayaran pemulangan dan tagihan setoran hafalan, hehehe. Oke, yang kita bahas kali ini adalah pembayaran pemulangan, mengapa santri diwajibkan membayar melalui transfer? Dari beberapa pihak panitia pemulangan, tepatnya Ustd. Alfian menuturkan “Ada beberapa faktor yang menyebabkan kami lebih condong dengan pembayaran melalui transfer salah satunya adalah ketika pembayaran pemulangan melalui cash banyak dari oknum santri yang tidak langsung membayarkannya dan uangnya malah digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadinya. Jangankan uang pembayaran pemulangan, pembayaran syahriyah pun banyak sekali oknum santri yang tidak membayarkannya dan menjadi beban berat bagi para wali santri ketika akhir tahun. Faktor diatas juga merupakan faktor utama karna hal tersebut menjadi keresahan bagi wali santri, koordinator daerah (Korda; Red), dan terlebih lagi kami sebagai panitia inti”.

Santri sebelum pulang juga harus mestinya berkomunikasi dengan orang tua atau wali santri agar lebih terkondisi. Namun dari pihak keamanan justru menutup media komunikasi (telpon) untuk santri. Beliau menjelaskan atas nama Humas Pondok dan keamanan bahwa “Media komunikasi atau telpon kami tutup memang bukan hanya tahun ini, tapi setiap tahun ketika menjelang waktu liburan tiba. Hal ini dikarenakan banyak santri yang menghubungi orang tuannya dan memberi informasi tentang liburan yang tidak sesuai dengan fakta yang ada. Contoh kecil, adanya santri menginformasikan ke orang tuanya bahwa liburan diperbolehkan pulang sendiri. Dari contoh ini akan terjadi kesimpang siuran informasi yang ditangkap wali santri, dan hal ini sangat berimbas kepada pengurus pondok. Maka dari itu kami menutup akses informasi agar semua pengumuman bisa tersampaikan secara shohih kepada wali santri melalui satu pintu yaitu pengurus. Akses komunikasi ditutup hanya di keamanan pondok, wali santri masih bisa bertanya kabar anaknya melalui handphone pengurus atau wali kamar”.

Liburan kali ini akan sampai melewati tahun baru masehi, pasti kabar bahagia bagi santri karena bisa bakar bakaran di rumah, asalkan bukan rumahnya yang dibakar, hehehe. Namun kita sebagai santri alangkah baiknya pada malam tersebut kita isi dengan hal hal yang positif, daripada hanya plonga plongo di rumah. Untuk alasan liburan kali ini melewati tahun baru beliau juga mengungkapkan “Untuk masalah ini kami hanya Sendiko Dawuh Dawuhane beliau para Masyayikh, karna penetapan liburan bukan hal yang mudah dan harus melalui proses yang panjang. Dan kami juga mengikuti kaldik (kalender pendidikan; Red) karena pondok kita ini adalah pondok semi formal. Akhirnya ditetapkan liburan tahun ini hingga tanggal 3 Januari 2023”. (rly)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *