KALENDER BIRU SANTRI

Dalam kehidupan manusia, setiap saat terjadi pergantian waktu. Mulai jam, hari, minggu, bulan, hingga tahun. Untuk mengetahui perhitungnnya kita membutuhkan sebuah catatan perhitungan, benda ini sering kita sebut dengan kalender.

Kalender pada umumnya memuat penanggalan masehi, dan beberapa kalender disertai penanggalan hijriyah (qamariyah). Tampilan kalenderpun bervariasi, biasanya pada hari besar ataupun tanggal tertentu terdapat sedikit perbedaan. Pada hari besar biasnya tanggal dalam kalender dicetak warna merah, yang menandakan libur nasional. Adapun beberapa kalender mencetak hari jum’at dengan warna hijau dan hari lainnya biru.

Santri praktik baca kitab
praktik baca kitab

Namun, bagi santri Al Anwar tanggal merah yang berarti libur nasional tidak selamanya akan berlaku. Madrasah akan meliburkan jika tanggal merah tersebut bertepatan dengan peringatan hari besar islam, selain itu KBM akan tetap aktif. Bukan berarti kami tidak toleransi, pedomannya adalah karena kami tidak merayakannya.

Santri praktik menjelaskan materi

Hal ini juga terjadi pada saat pelaksanan ujian kakak kelas berlangsung (kelas IX untuk MTs dan kelas XII untuk MA). Bila di sekolah lain libur, di madrasah Al Anwar libur KBM diganti dengan kegiatan ngaos (mengaji). Santri kelas VII,VIII, X, dan XI, mengisi hari yang seharusnya libur ini dengan ngaos kitab Risalatul Mahid (MA putri), Muhammad Al Insan Al Kamil (MA putra), Ta’lim Muta’alim (Mts). Istimewa bukan santri Al Anwar.

Suasana ngaos kelas VIII MTs

Kitab Risalatul Mahid membahas penggambaran Haid dan Istihadoh, sedangkan Muhammad Insanul Kamil menceritakan akhlaq dan keistimewaan Nabiyullah Muhammad s.a.w. Sedangkan kitam Ta’limul Muta’alim menjelaskan tuntunan menuntut ilmu yang sahih.  Hikmahnya adalah pahala kami insyaAllah semakin berlipat. Karena dalam mencari ilmu dan mengaji, tidak mengenal kata libur.

Seperti yang kami kutip dari seorang santri asal Singgahan, Irma. Dia merasa ngaos ini sangat efektif, karena liburan yang biasanya digunakan malas-malasan justru diganti kegiatan yang menambah ilmu pengetahuan.

“Saya sangat antusias, apalagi babnya mengena sekali dan teman-teman bisa saling beradu pendapat. Bahkan pertanyaan besar saya selama ini dapat terpecahkan dengan ngaos bersama.” Tutur siswa kelas X Agama itu.

Pengampu kegiatan ngaos di MA Al Anwar berasal dari Pondok Pesantren Pusat, 6 pengampu putri dan 6 pengampu putra. Gedung putih menjadi lokasi ngaos santri putra, sedangkan santri putri ditempatkan di gedung Hatta Rajasa.

Ngaos dimulai pukul 08.00 s.d. 11.00 dengan istirahat 30 menit. Ngaos akan dilaksanakan kurang lebih tiga minggu sesuai jadwal ujian kakak kelas. Sekalaigus mengisi hari libur nasional.

Tradisi ngaos ini sudah diijazahkan oleh KH. Maimoen Zubair dan KH. Abdullah Ubab MZ. Serta sangat diapresiasi oleh kepala Madrasah  KH. Ahmad Zaki Mubarak. Lc. Mus.

Suasana ngaos santri putra

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *